Minggu, 07 September 2014

Presiden SBY Investasi MP3EI Senilai Rp 61,68 Triliun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan peresmian dan pencanangan proses konstruksi (groundbreaking) 28 proyek infrastruktur Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Puluhan proyek tersebar di enam koridor ekonomi (KE) itu memiliki nilai investasi mencapai Rp 61,68 triliun.

Kepala negara mengatakan pembangunan infrastruktur untuk menggerakan perekonomian dan mengurangi pengangguran serta pengurangan kemiskinan. "Kita diajari di era globalisasi ini harus pandai-pandai mendapatkan kesempatan. Semoga MP3EI lebih dari hanya mendapatkan, tapi menciptakan kesempatan," katanya, saat refleksi tiga tahun MP3EI, di Jakarta Convention Center, akhir pekan.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur berperan penting dalam mewujudkan konektivitas regional dan global. ASEAN tumbuh menjadi pilar tertinggi dalam perekonomian dunia. Oleh karena itu, percepatan konektivitas di kawasan tersebut menjadi amat penting.

"Ketika saya menganalisis dan mencoba memahami konsep besar ini, agar Asia terhubung satu sama lain, maka kewajiban kita memastikan terlebih dahulu bahwa negara kita harus terhubung dengan baik," katanya.

Adapun perincian 28 proyek infrastruktur MP3EI dimaksud adalah, pertama, KE Papua-Kepulauan Maluku memiliki 6 proyek dengan status peresmian. Yaitu, pengembangan Bandara Tual (Rp 123 miliar); pembangunan Pelabuhan Khusus Tanjung Buli (Rp 226 miliar).

Kemudian, pembangunan Kawasan Industri Maritim Indonesia (Rp 1,3 triliun); pengembangan Bandara Saumlaki (Rp 194 miliar); Pengembangan Bandara Waghete (Rp 97 miliar); dan Pengembangan Pelabuhan Bataka (Rp 40 miliar). Sementara pengembangan Bandara Sentani dengan investasi Rp 1,113 triliun, berstatus dilaporkan.

Kedua, KE BaliNT memiliki 4 proyek dengan status groundbreaking dan 1 proyek berstatus peresmian. Keempat proyek berstatus groundbreaking adalah pembangunan kawasan wisata Teluk Mekaki, Kab. Lombok Barat dengan investasi Rp 3 triliun; pembangunan kawasan pariwisata Tanjung Ringgit (Rp 5 triliun); pembangunan Bali International Park (Rp 4 triliun); dan pengembangan resort pariwisata Bukit Doa (Rp 100 miliar).

Sementara proyek berstatus peresmian adalah pembangunan 4 Pelabuhan di Provinsi NTB. Yaitu Pelabuhan Labuhan (Lombok) (Rp. 94,3 miliar), Pelabuhan Moru (NTT) (Rp. 77,5 miliar), Pelabuhan Benete (NTB) (Rp. 59,7 miliar), dan Pulau Komodo (NTT) (Rp. 58 miliar).

Ketiga, KE Sulawesi memiliki 6 proyek berstatus peresmian. Yaitu, pengembangan fasilitas Pelabuhan Pantoloan dengan investasi Rp 2,754 triliun; Pengembangan PLTA Poso II (3 x 65 MW) (Rp 3,8 triliun). Kemudian, pengembangan Bandara Mutiara Sis-Al Jufrie-Palu (Rp 836 miliar); pengembangan Bandara Sumarorong (Rp 101 miliar); pengembangan Bandara Bone (Rp 78 miliar); pengembangan Pelabuhan Langara dan Pelabuhan Raha (Rp 92 miliar).

Keempat, KE Kalimantan memiliki 5 berstatus peresmian dan 2 proyek berstatus groundbreaking. Yaitu, pengembangan terminal Bandara International Sepinggan, Balikpapan (Rp 2,1 triliun); pengembangan 3 bandara di perbatasan Long Bawan (Kab.Nunukan)-Long Apung (Kab.Malinau)-Data Dawai (Kab. Mahakam Ulu) senilai 390 miliar. Lalu, pembangunan PLTG Kaltim Peaking 2 x 60 MW (Rp 960 miliar); Proyek PT Total Indonesia, Anjungan SISI NUBI 2B di Lepas Pantai (Rp 8,129 triliun); dan proyek pembangunan Lapangan Fasilitas Lepas Pantai dan Gelar Pipa Lapangan Ruby (Rp 5,5 triliun).

Sementara itu, 2 proyek berstatus groundbreaking adalah pembangunan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) senilai Rp 34 miliar, dan pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) (Rp 99 miliar).

Kelima, KE Jawa memiliki 3 proyek berstatus peresmian. Yaitu, pembangunan terminal multipurpose Teluk Lamong Tahap I (Rp 4,1 triliun); pembangunan jalur ganda KA (Double Track) lintas utara Jawa, segmen Cirebon-Surabaya (Rp 16,4 triliun); dan pengembangan terminal Bandara Internasional Juanda (Rp 1,057 triliun).

Keenam, KE Sumatera memiliki 1 proyek berstatus groundbreaking, yaitu pembangunan jalur ganda KA Medan-Bandara International Kuala Namu Utara senilai Rp 878 miliar.

Sumber merdeka.com



JASA PENGHULU NIKAH SIRI DI JAKARTA

PROSES MUDAH

Biaya Rp 2 juta. Sudah termasuk biaya-biaya untuk para saksi dan wali hakim.

Alamat: Jalan Dr Saharjo gang Barkah No 32 Rt 002 Rw 005 kelurahan Manggarai Selatan kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (lokasi rumah persis di samping masjid Al Barkah Assyafiiah).

Call/sms: 0878-7805-3330 (Ustad Aulia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar